UTU Harus berdayakan Ekonomi Rakyat
  • UPT_TIK
  • 19. 03. 2018
  • 0
  • 437

MEULABOH – Prof. Mohd. Nur Syechalad mengapresiasi kebijakan, program dan visi misi Universitas Teuku Umar (UTU) agro and marine industry menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi pembangunan ekonomi, bisnis dan pemerintahan.

Prof. Dr. Mohd. Nur Syechalad, MS adalah  Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Apresiasi itu,  disampaikan ketika bincang-bincang dengan Tim UTU News di ruang kerjanya, di Banda Aceh, belum lama ini.

Menurut Prof. Syechalad , UTU yang pertama sekali harus dikembabangkan adalah pemberdayaan ekonomi rakyat. Kedua yang juga penting adalah mengembangkan potensi daerah. Dan yang ketiga adalah aspek pembangunan daerah. Ketiga-tiganya ini sangat utama dan penting.

Selain itu, untuk memajukan  lembaga pendidikan harus memiliki inovasi berdaya saing, dan meningkatkan kualitas. “Jangan hanya mengejar kuantitas. Artinya setiap lulusan bisa  dipersandingkan dengan lulusan lain yang sudah memiliki kualitas baik. Ketika dibutuhkan tenaga kerja, lulusan kita juga diterima”, ujar Prof. Syechalad.

Salah satu aspek untuk meningkatkan kualitas lulusan dari perguruan tinggi perlu disiplin, serta fasilitas yang sangat  mendukung. Oleh karena itu, dalam usaha penyediaan fasilitas dan sarana pendukung lainnya,  UTU sebagai universitas baru perlu meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai mitra.

Dalam kesempatan itu, Prof. Syechalad mengatakan, sektor pertanian dibagi dua, ada pertanian umum dan ada perkebunan. Di  Wilayah Barat Selatan Aceh,  kekurangan industry prosesing, bukan saja CPO juga yang lain-lain. Salah satu tantangan ke depan, harus ada industry prosesing, disamping prosesing juga harus ada produknya. Kalau ada produk berarti ada tantangan pasar, bisa dipasarkan bisa diekspor.

Untuk hidup maju perlu asimilasi. Misalnya, di suatu desa petani, jika ada petani lain dari luar yang masuk untuk mengajari kita,  harus kita terima dan kita tiru bagaimana cara kerja petani asing tersebut. Inilah keterbukaan.  

Selain itu, dalam membangun daerah dan memajukan pendidikan perlu keterbukaan. Di Aceh Barat ini  perlu  keterbukaan. Meulaboh harus membuka diri, orang dari daerah lain  yang masuk dengan tujuan membangun daerah harus rela menerima. Untuk mencapai kemajuan musti ada keterbukaan, siapa saja harus ikhlas menerima. “Jangan ada perasaan terutama dari pemda, nyan awak tamong—nyan awak lua (itu orang masuk, itu orang luar). (Muzakkir)

Lainnya :