Tausiyah Akhir Ramadhan di Masjid UTU Oleh Abi Mawardi Amin
  • UTU News
  • 01. 06. 2019
  • 0
  • 682

MEULABOH – Pada penghujung ramadhan 1440 Hijriah, tausiyah ba`da shalat dhuhur di Masjid Universitas Teuku Umar (UTU) disampaikan oleh Kepala Biro Umum dan Keuangan UTU, Mawardi Amin, SE, Ak, Rabu, 29 Mei 2019.

Usai shalat dhuhur berjamaah, Mawardi Amin dimohon untuk menyampaikan tausiyah singkat di depan para dosen, mahasiswa dan sivitas akademika UTU yang menjadi jamaah tetap shalat dhuhur di Masjid Komplek UTU, setiap hari Senin hingga Kamis.

Mengutip Firman Allah SWT, (QS. Surah al-A`raaf: 199), Allah SWT menegaskan, “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh”.  Pada Ayat yang lain (QS. Asy-Syuraa: 40 ,” Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah SWT.

Abi Sulthan panggilan akrab Mawardi Amin dalam tausiyah menjelaskan hakikat permintaan maaf sesama muslim. Mengawali ceramahnya, Abi Sulthan menguraikan secara singkat kisah inspiratif Rasulullah SAW tentang  betapa mulianya orang yang memberi maaf dihadapan Allah SWT.  

Kisah itu lebih kurang; pada suatu hari di suatu majelis tiba-tiba saja Rasulullah Muhammad SAW yang mulia menangis dan kemudian sedikit tertawa sehingga agak  nampak gigi tapi tidak terbahak-bahak. Atas perilaku Rasulullah tersebut sahabat bertanya, “Wahai Rasul demi ayah dan ibuku sebagai tebusan ada apa gerangan semula Rasulullah tertawa kemudian kamu menangis, “Rasul menjawab, wahai sahabat, pada hari kiamat nanti ada dua orang hamba yang saling berjumpa dan seorang hamba datang manghadap Allah SWT—tolong berikan semua kebaikan si-fulan kepada diriku, karena semasa hidup di dunia dia telah menganiaya diriku, maka pada hari ini saya menuntut   balas.

Lalu Allah SWT berfirman, “apa yang harus diberkan oleh dia  kapada engkau sementara dia sendiri tidak ada kebaikian. Hamba tersebut menjawab lagi, kalau begitu pikulkan semua dosa saya kepadanya. Mendengar kata-kata itu, Rasul menangis dan meneteskan air mata dimana pada hari kiamat nanti yang begitu mencekam, setiap orang menginginkan agar dosanya menjadi beban bagi orang lain. Lalu Rasul melanjutkan kisahnya, Wahai fulan angkatlah wajahmu dan pandanglah ke depan, maka lihatlah di depan sana. Ketika si fulan tadi melihat ke depan, ternyata dia melihat ada istana yang sangat indah yang isinya mutiara, emas dan berlian.

Kemudian si-fulan tadi bertanya kepada Allah SWT, untuk Nabi yang manakah Syurga ini diberikan dan untuk orang yang manakah yang bisa mendapatkan  Syurga seperti ini,  Allah SWT berfirman, ‘Syurga ini diberikan kepada orang yang mampu membayarnya, lalu si fulan tadi bertanya lagi siapakah yang mampu membayarnya, kemudian Allah SWT berfirman, ‘engkau juga mampu membayarnya dengan cara engkau bisa memberi maaf kepada saudaramu yang dulu didunia pernah menzalimi dan menganiaya. Maka si fulan menjawab, Yaa Allah, pada hari ini saya sudah memaafkan semua dosa kawan saya semasa hidup di dunia. Lalu Allah SWT berfirman, ‘ajaklah teman-mu pegang tangannya untuk sama-sama masuk syurga. Setelah menceritakan kisah ini, Rasulullah SAW bersabda, Wahai sahabatku bertakwalah kepada Allah SWT dan hendak-lah kalian saling berdamai”.

Meminta maaf adalah cara atau tradisi kita orang beriman yang mulia. Memaafkan kesalahan orang lain adalah  bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Dalam hadits yang diriwayatkan H.R Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah SWT menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya”.

Pekerjaan yang nilainya tinggi adalah memberi maaf, mudah untuk diucapkan tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Untuk itu, jamaah shalat dhuhur yang dirahmati Allah SWT, semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu bisa ilkhlas memaafkan keselahan orang lain baik dalam bulan ramadhan maupun diluar bulan ramadhan.  Isi ceramah Abi Sulthan tepat sesuai momen yaitu menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah/bertepatan 2019 Miladiyah. (***)

Lainnya :