Samsunan, Dosen UTU Terpilih Menjadi Calon Instruktur Pelatihan Diklat PBJ-LKPP
  • UPT_TIK
  • 27. 07. 2018
  • 0
  • 776

MEULABOH – Samsunan Mahmud, ST.,MT, Dosen Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT-UTU) terpilih menjadi calon instruktur pelatihan Diklat Pengadaan Barang dan Jasa - Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerimntah (PBJ-LKPP). “Saat ini, Samsunan sedang menjadi instruktur pada pelatihan ahli bangunan gedung di Batam yang diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan ruang dan Pertanahan Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI). 

“Alhamdulillah saya terpilih dan telah memenuhi kriteria sebagai calon fasilitator peserta Diklat Training of Trainer`s  (ToT) pengadaan  barang dan jasa pemerintah (PBJP) sesuai Perpres no. 16 tahun 2018”, ucap Samsunan, Dosen Teknik Sipil UTU.

Samsunan mengatakan, kelulusan dirinya sebagai calon instruktur pelatihan Diklat PBJ-LKPP itu, disampaikan oleh Lembaga Pendidikan Kompetensi Nasional (LPKN) sebagai lembaga yang menyelenggarakan pelatihan berdasarkan Surat Kepala Pusdiklat LKPP No. 6869/Pusdiklat/07/2018 tanggal 19 juli 2018.  Jumlah peserta yang diajukan ke LKPP oleh LPKN sebanyak 81 orang dan yang memenuhi kriteria calon fasilitator untuk mengikuti ToT  PBJP-LKPP sebanyak 50 orang. “Samsunan satu-satunya dari Aceh yang terpilih sebagai calon instruktur  Diklat PBJ-LKPP ”.

Menurut Samsunan, informasi proses rekrutmen tersebut diperoleh  melalui email yang menawarkan kepada dirinya untuk mengisi biodata menjadi calon fasilitator. Yang menjadi syarat dasar adalah telah pernah mengikuti Diklat PBJ dan telah lulus sertifikasi PBJP. Syarat lain adalah berpengalaman dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah,  yang menjadi dasar penentuan kelulusan juga dilihat dari keaktifan kita dalam berbagai forum pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Disamping itu, Samsunan sebelumnya sudah pernah mengkuti pelatihan untuk menjadi calon pemberi keterangan ahli dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah.  Memberi infomasi dalam grup forum pemberi keterangan ahli (PKA). Grup ini merupakan gabungan para peserta pelatihan pemberi keterangan ahli dari seluruh indonesia. Makanya dalam beberapa kasus pengadaan barang dan jasa yang ditangani pihak penegak hukum, Universitas Teuku Umar (UTU) sering diminta menjadi saksi ahli. “Tentunya, ini  akan memberi peluang bagi UTU ikut berkontribusi untuk Daerah Barat Selatan (Barsela) dan Aceh secara keseluruhan untuk kemajuan bangsa”, ujar Samsunan.

Selain itu, Samsunan juga sudah pernah mengikuti pelatihan instruktur ToT bidang jasa konstruksi pada tahun 2013 dan sudah lulus uji sertifikasi sebagai instruktur muda dari lembaga sertifikasi profesi (LSP) intala dibawah lisensi Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) yang difasilitasi oleh Balai Pembinaan Jasa Konstruksi Wilayah I-Banda Aceh dibawah Ditjen Utara (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri). (Muzakkir)

Komentar :

Lainnya :