Rektor UTU, Prof. Jasman,
  • UTU News
  • 29. 11. 2018
  • 0
  • 274

MEULABOH – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA mengatakan, merupakan tugas penyuluh kesehatan, pihak rumah sakit dan lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat  mendatangi rumah ibu-ibu hamil atau masyarakat yang sakit untuk memberikan sosialisasi, petunjuk dan cara-cara preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Prof. Jasman mengatakan hal itu ketika memberikan arahan kepada peserta Seminar Leadership Development yang dilaksanakan jajaran Fakultas Kesehatan Masyarakat, di Aula Utama UTU, Kamis, 29 November 2018. Peserta seminar Leadership Development adalah para mahasiswa, dosen UTU dan para undangan lainnya. Seminar yang bertema, “Komitmen dan Konsekkuensi Pemerintah Daerah Dalam Mencapai 100 Persen Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga  kesehatan dan instansi terkait lainnya.

Prof. Jasman menegaskan, hal yang paling penting adalah jajaran dan lulusan sarjana FKM harus mampu berperan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Ibu-ibu hamil di desa-desa yang tidak berobat ke rumah sakit, maka menjadi tugas tenaga kesehatan mendatangi rumah ibu yang sedang mengandung tersebut. Ini sangat penting harus dilakukan disamping untuk sosialisasi juga melakukan tindakan preventif bagi ibu-ibu dalam menjaga kesehatan”.

Prof. Jasman memberi contoh seperti Negara Malaysia. Pihak rumah sakit, tenaga medis, penyuluh kesehatan di Malaysia mendatangi rumah-rumah ibu hamil secara rutin tanpa dipanggil, untuk menjaga kondisi dan keluhan masyarakatnya yang sedang hamil atau yang sedang sakit. Apa yang dilakukan pihak tenaga kesehatan di Malaysia dengan cara mendatangi rumah ibu hamil tanpa dipanggil, ternyata pernah dirasakan oleh isteri Prof. Jasman sendiri, karena salah seorang putranya juga lahir di Malaysia.  

Menurut Prof. Jasman, upaya preventif (pencegahan) itu lebih penting dari pada mengobati, agar terhindar dari hal-hal yang  negatif  bagi seorang ibu hamil dan masyarakat dari segi kesehatan. Untuk itu, lakukanlah  tindakan preventif  secara maksimal dalam membantu dan menjaga kesehatan masyarakat.  “Harus menjadi perhatian serius untuk menjaga kesehatan karena masyarakat sendiri masih kurang sekali  budaya menjaga kesehatan. Karenanya, menjadi kewajiban pihak tenaga kesehatan bagaimana mencari solusi merubah mainset dan cara berpikir masyarakat kita dalam usaha hidup sehat”, ujar Prof. Jasman.  

Dosen FKM-UTU, Enda Silvia, SKM.,M.Kes selaku penitia seminar dalam laporanny menyebutkan, pentingnya kerjasama kita bersama dalam mewujudkan standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara maksimal. Diharapkan dengan adanya seminar ini, mampu berkonstribusi secara nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan.

Dekan FKM-UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, MP dalam sambutannya mengakatan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus melibatkan semua komponen, masyarakat, pemerintah termasuk akademik. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah , terutama dinas kesehatan  harus bekerjasama dengan akademisi dalam hal ini FKM dalam usaha meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakt. Karena FKM juga ‘mencetak’ sarjana kesehatan masyarakat yang tugasnya berperan sebagai promotif dan preventif sebagai landasan pembangunan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Para narasumber seminar Leadership Development adalah H. Gunawan, S.Kep, NERS, M. Kes (Ketua Umum PAEI Cabang Aceh), Ilham Kamarut Zaman, SKM (Kepala UPT Puskesmas Cot Seumeureng-Aceh Barat), Herlinawati, S. SIT (Kepala UPT Peskesmas Meureubo-Aceh Barat), Yusnani Y, S. Kep (Kepala UPT Puskesmas Suak Ribee-Aceh Barat), H. Mahmul Ahyar Lubis, SE (Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, dr. Hanif (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh). (Zakir)

Lainnya :