Rektor UTU, Prof. H. Jasman Melakukan Panen Perdana Pisang
  • UTU News
  • 29. 09. 2018
  • 0
  • 447

MEULABOH – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA melakukan panen perdana pisang yang ditanam di Kebun Plasma Nutfah, University Farm-Universitas Teuku Umar (UF-UTU), Sabtu siang, 29 September 2018. Panen pisang tersebut adalah hasil penanaman perdana yang dilakukan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. Dr. Mohamad Nasir, 5 Novermber 2017 lalu.

Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT dan atas rahmat-Nya, kita sudah berhasil melakukan panen perdana pisang yang kita tanam di komplek lahan UTU. Insya Allah, tanaman pisang tersebut terus tumbuh dan berkembang, berkat usaha dan kerja para dosen dan mahasiswa UTU selama ini. Sebelumnya, pada 28 Februari 2018, kita juga telah melakukan panen perdana padi varietas hibrida subpadi 89 yang ditanam dilahan Univiersity Farm Universitas Teuku Umar”, ujar Prof. H. Jasman

Rektor UTU, Prof. H. Jasman melakukan penen pisang turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan  (DWP) UTU, Ibu Hj. Ardawalis Bin Abdurahman (Isteri Prof. H. Jasman), Wakil Rektor II-UTU, Dr. Ishak Hasan, M.Si, Koordinator University Farm, Iwandikasyah Putra, SP.,MP, Drs. Alfian Ibrahim, MS, dan beberapa dosen serta unsur pimpinan fakultas dalam lingkup UTU.

Iwandika mengatakan,  realisasi tanaman pisang pada kebun plasma nutfah pisang UTU, yang ditanam pada area seluas  sekitar satu hektar  dengan jumlah pisang 504 batang, sebanyak 30 jenis pisang.  Yang sedang dikerjakan dalam tahun 2018 saat ini, juga lebih kurang satu herktar pisang. Sedangkan rencana ke depan, dalam tahun 2019 sampai 2025, kebun plasma nutfah pisang di lahan pertanian Universitas Teuku Umar, akan dikerjakan pada area seluas sekitar 9,7 hektar.

Iwandika menguraikan, ke 30 jenis pisang dilahan University Farm UTU yaitu pisang panah, suasa, siribe, dua sisir, tembaga, kapok, Wak, abin, kleung, bu, dua jantong, benggala, keudidi, susu, jarum, bawen, merah, raja, ayam, berat, kapai, kawi, berat hitam, banten, uwi, uli/ketan, ambon, fhia-17, roti-5, dan trumon.

Iwandika menjelaskan, pisang  Aceh yang ditanam mulai 5 November 2017, di lahan University Farm-Universitas Teuku Umar (UF-UTU), perlu tersedianya fasilitas laboratorium yang memadai untuk mendukung pengembangan pisang di masa yang akan datang. Selain itu, untuk mendukung kegiatan tersebut perlu dilakukan pertama,  identifikasi gen ketahanan penyakit pada berbagai aksesi pisang Aceh. Kedua, induksi mutasi genetik pisang Aceh guna mendapatkan varietas pisang superior. Ketiga, identifikasi keragaman genetik pisang Aceh, dan keempat, penambahan kitin pada media in-vitro sebagai agen ketahanan penyakit.  (Zakir)

Lainnya :