Rektor Prof. Jasman Titipkan Mahasiswa KKN UTU Kepada Bupati Abdya
  • UTU News
  • 29. 06. 2019
  • 0
  • 786

MEULABOH – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, SH, menawarkan kepada mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam wilayah kerjanya, untuk melakukan penelitian dan pengabdian pada sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Ketiga sektor tersebut telah menjadi perioritas utama dikembangkan di Abdya saat ini. “Terima kasih kalian sebagai mahasiswa UTU telah memilih Aceh Barat Daya ini menjadi lokasi pengabdian kepada masyarakat”, ucap Akmal.

Permintaan dan harapan Bupati Akmal Ibarhim itu, disampaikan ketika menerima 879 mahasiswa KKN UTU tahun 2019 angkatan ke XIV, yang secara langsung diserahkan oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA di halaman Kantor Bupati Abdya, Kamis, 27 Juni 2019. Hadir dalam penyerahan mahasiswa UTU kepada Bupati Abdya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Mursyidin, MA, Kepala Biro Umum dan Keuangan UTU, Mawardi Amin, SE.,Ak, Kepala Biro Akademik UTU, Drs. Muslim Raden, M. Si, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan UTU.

Bupati Akmal menyebutkan,  core product UTU “agro and marine industry”  merupakan topik yang sangat menarik. “Kalau bicara mengenai topik ini, berarti Abdya-lah jawabannya. Maka sangat-lah tepat kalian sebagai mahasiswa UTU memilih Abdya ini sebagai lokasi pengabdian”. Selama Prof. Jasman menjadi Rektor UTU, telah banyak kemajuan dan perkembangan UTU. "Prof. Jasman adalah sosok yang kreatif, pemikirannya tajam. Banyak sekali ide-ide kreatif dan inovatif dari beliau,  dan saya sudah mengenal lama Prof. Jasman", begitu pengakuan Bupati Akmal saat menyampaikan  sambutan ketika menerima mahasiswa KKN dari UTU.   

Mahasiswa UTU malakukan KKN di Abdya, akan memperoleh “lompatan-lompatan” besar yang telah kita rintis selama ini.   Meskipun banyak orang menyebut  Bupati Akmal adalah sosok pribadi yang sukses. Namun, bagi Bupati Akmal sendiri, apa yang telah dilakukan untuk kepentingan masyarakat, hanya cukup menyebut dengan kata-kata merintis.  Artinya, di Abdya itu sudah banyak yang kita rintis, bukan sukses”, begitu Bupati Akmal menyebutnya.    

Untuk itu,  mahasiswa bisa pelajari Abdya. Di Abdya ini banyak proses kreatif, sektor peternakan, sektor pertanian, sektor perikanan banyak di Abdya. Maka lakukan penelitian dan pengabdian di Abdya ini pada beberapa sektor itu dan juga pada sektor lain di Abdya ini. Kreatifitas itu merupakan sebuah usaha yang ngotot, keras pada tujuan dan prinsip.

Selaku pemimpin, Bupati Akmal juga telah melaksanakan dan melakukan uji coba produk-produk penelitian IPB di Abdya dan bibit unggul padi di indonesia itu ada di Abdya. Abdya juga telah melakukan kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala  (Unsyiah) dan  sudah memproduksi beberapa varietas padi, beberapa varietas baru. “Salah satu varietas padi yang dikembangkan di Abdya itu  saya beri nama ‘batat tungang’ . Batat tungang itu boleh ada air, boleh tidak ada air, bahkan tidak ada pupuk juga boleh, akan tetapi bisa juga padi itu hidup dan tumbuh seperti rumput”, sebut Akmal.  

Sebelum menyerahkan mahasiswa KKN kepada Bupati Akmal,  Rektor UTU, Prof. Jasman dalam pengantarnya antara lain menyampaikan, selama di kampus mahasiswa telah banyak mempelajari dan memahami ilmu dalam teks book, namun dalam kehidupan nyata Anda perlu penyesuaian. “Disinlah tahapan pertama Anda menyesuaikan diri dalam masyarakat.  Karenanya, kami patut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati  Akmal Ibrahim yang telah menyediakan ‘ruang kuliah’ yang besar ini se Abdya untuk mahasiswa kami”, ucap Prof. Jasman.

Prof. Jasman mengatakan, mahasiswa yang melakukan KKN dalam masyarakat, itu disebutkan dengan belajar lebih jauh dalam dunia nyata. Suasana di kampus tentu berbeda ketika berada di masyarakat. “Untuk itu, saya minta kepada Anda sebagai mahasiswa KKN, camkanlah bahwa Anda adalah mahasiswa baru dalam dunia nyata di Abdya ini. Oleh karena itu, jika Anda mau sukses, Anda harus punya keinginan,  punya keyakinan, punya harapan dan impian agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana anda berada.

Perlu diingatkan, hal yang penting yang harus Anda pahami adalah bagaimana pembelajaran melalui proses hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, bersiaplah dengan dunia nyata. UTU terus berkembang. Kuncinya adalah kreatif.  Albert Einstain, sebut Prof. Jasman adalah manusia hebat karena kreatif. Orang-orang kreatif  itu  diperlukan ketangguhan dalam menghadapi persoalan dalam kehidupan. Prof. Jasman  mengutip falsafah China, “Kalau kalian jatuh tujuh kali, bangkitlah kedelapan kalinya”. itu sebabnya ketangguhan diperlukan.

Sekilas, Prof. Jasman menyampaikan bahwa, core product (pola ilmiah pokok) UTU adalah agro and marine industry, fokus UTU pada marine indusrti, sesuai dengan negara kita yaitu nagera maritim dan negara agraris. Karenanya, sivitas kademika UTU harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. industry itu menjadi sangat penting, karena hilirisasi dari suatu produk yang dihasilkan. Untuk menghasilkan produk harus memiliki kreatifitas. Tidak hanya bicara proses, tapi bicara mengenai masalah produk. Begitu pentingnya kreatif dan inovatif, meskipun dalam undang-undang pendidikan nasional tidak dicantumkan kata-kata inovasi.

Diakhir pengantar, Prof. Jasman mengatakan, baju kuning (baju almamater) yang Anda pakai ini menjadi simbol, bahwa kehadiran Anda selaku mahasiswa KKN  adalah duta UTU dalam masyarakat. Sebagai duta berarti Anda adalah cermin dari Teuku Umar. Karenanya, Anda harus menjadi mahasiswa yang santun, yang tawadhu`, yang sopan, dan saling menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Dengan membawa simbol Teuku Umar, Anda harus mampu menunjukkan bahwa Anda adalah  orang-orang yang berkarakter mulia, jujur dan sopan, yang baik hati,  yang tangguh dan yang ramah. Itulah ciri-ciri yang dimiliki oleh seorang Teuku Umar, maka Anda dan kita semua harus menirunya.   

Khairunnisa, SP., MP, Koordinator KKN-PPM UTU, tahun 2019, melaporkan, KKN ankatan ke XIV ini merupakan penyelenggaraan KKN yang diikuti peserta terbanyak selama KKN dilaksanakan yakni 879 peserta.  Dijelaskan, KKN-PPM matakuliah yang masuk ke dalam kurikulum, sebagai program perpaduan dari tridharma perguruan tinggi, yang wajib diikuti seluruh mahasiswa UTU.

"Kegiatan KKN ini dimulai dari pada, 27 Juni hingga 27 Juli tahun 2019. Mahasiswa KKN kali ini tersebar di empat kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya, diantaranya Kecamatan Babahrot, Blangpidie, Susoh dan Setia. Diharapkan mahasiswa bisa menjadi pemimpin di tengah masyarakat, dan menjadi duta-duta kampus dalam memperkenalkan UTU,” tegasnya. (Zakir)

Lainnya :