Prof. Jasman : Dosen UTU Dituntut Berpikir Out of The Box
  • UTU News
  • 14. 06. 2019
  • 0
  • 506

MEULABOH – “Dosen jangan jadikan ‘penjara’ bagi mahasiswa untuk berpikir. Jangan batasi mahasiswa untuk berpikir. Di Kampus Universitas Teuku Umar  ini tempat orang yang terbuka untuk berpikir. Dosen harus memberikan ruang berpikir yang besar untuk berpikir kreatif kepada mahasiswa” tegas Prof. Jasman.

Penegasan, Rektor UTU, Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA, disampaikan ketika memberikan materi pada ‘Orientasi dan Pembekalan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2018, di Aula Utama UTU, 12 Juni 2019. Selain Prof. jasman, penyampaian materi pada orientasi dan pembekalan CPNS yang dipandu Inseun Yuri Salena, M.Sc (Wakil Dekan II Fakultas Teknik) adalah Wakil Rektor I, Dr. Ir. Alfizar, DAA, Wakil Rektor II, Dr. Ishak Hasan, M.Si, dan Zulfirman, SE.,M.Si, Kepala Bagian Keuangan UTU.

Prof. Jasman mengatakan, di Universitas Teuku Umar (UTU) ini telah dibentuk Tim Kreatif yang diberi tugas  yaitu yang berhubungan dengan PKM, berhubungan dengan inkubasi bisnis dan  berhubungan dengan UTU Awards. “Dosen harus mampu mengajak mahasiswa untuk berpikir yang tak biasa. Maka dosen UTU juga dituntut mampu berpikir out of the box artinya berpikir kritis dan kreatif.  Kita tidak bisa meluluskan sarjana yang kreatif, jika dosen tidak kreatif”, tegas Prof. Jasman.

Prof. Jasman menjelaskan, dosen tidak hanya sekedar mendidik, tetapi dosen harus melakukan riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi itu  colleague (kolega) yaitu orang yang sebidang ilmunya dengan riset perguruan tinggi. Maka dosen harus mampu berkarya dengan berbagai  publikasi ilmiah.

Menurut Prof. Jasman, semua bidang ilmu itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu itu bisa dikreasikan. Tanpa kreatifitas ilmu itu akan berhenti sampai disitu. Ilmu itu bisa berkembang adalah dari hasil kreatifitas. UTU harus siap menghasilkan sarjana yang kreatif.  “Saya tegaskan, di UTU ini tidak sedang menghasilkan sarjana yang siap bekerja. Tetapi di UTU ini kita sedang mempersiapkan lulusan sarjana yang siap berkembang. ‘Buku’ yang paling bagus adalah kreatifitas. Maka berdosa-lah kita kalau melahirkan sarjana yang terbatas berpikir”, tegas Prof. Jasman.

Pada masa dulu sekitar tahun 1996, hebatnya sebuah perguruan tinggi, bisa dilihat seberapa cepatnya lulusan dari dilembaga tersebut diterima menjadi karyawan baik di perusahaan swasta maupun di pemerintahan.  Nah, sekarang ini perguruan tinggi yang dikatakan hebat kalau menghasilkan alumni (sarjana) yang mampu menciptakan lapangan kerja, dari pada alumni yang mendapatkan pekerjaan.

Dalam kesempatan penyampaian materi hampir 3 jam, Prof. Jasman juga menjelaskan, bahwa visi itu sesuatu yang nampak, yang bisa dijangkau. Visi itu tidak hadir secara tiba-tiba.  Visi itu hasil perenungan dan pertimbangan yang matang. Visi itu harus jelas, apa core-nya. Oleh karena itu, Kampus UTU sebagai tempat berinteraksinya orang-orang hebat,  maka semua dosen dan siapapun di UTU ini wajib hukumnya memahami visi misi universitas yang menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan bisnis dengan core product agro and marine industry.

Cakupan agro and marine industry  diperingkat regional  (2025), diperingkat nasional (2040) dan tahun 2060 diperingkat dunia yaitu melalui riset inovatif, kreatif dan berdaya saing tinggi, sehingga suatu saat nanti orang-orang akan mengatakan, UTU ‘you are my inspiration’.  Untuk itu, dosen dituntut mampu menjadi insan kreatif yang berinovatif sebagai pendidik dalam membimbing dan membagi ilmunya kepada mahasiswa. Untuk itu, dosen harus menjadi motivator dalam mewujudkan visi misi UTU  (***)

Lainnya :