Penjajakan MoU-UTU Dengan BKT Kebun Raya Malang Direalisasi
  • UTU News
  • 02. 10. 2018
  • 0
  • 230

MEULABOH – Pimpinan Universitas Teuku Umar (UTU)  telah menjajaki hubungan kerjasama MoU dengan Balai Konservasi Tanaman (BKT) Kabun Raya Purwodadi-LIPI, Malang, Jawa Timur, 21 September 2018. “Kerjasama MoU dengan BKT Kebun Raya Malang, khusus dalam hal konservasi plasma nutfah pisang” ujar Iwandikasyah Putra.

Penjajajkan kerjasama MoU, dilakukan Pimpinan UTU, dalam hal ini Wakil Rektor I UTU, Dr. Ir. Alfizar, DAA, didampingi Koordinator University Farm Universitas Teuku Umar (UF-UTU), Iwandikasyah Putra, SP.,MP. Penjajakan kersajama MoU diterima dan sudah direalisasikan oleh Kepala BKT Kebun Raya Purwodadi-Malang, Deden Mudiana.

Iwandikasyah menjelaskan, kerjasama MoU tersebut  bidang edukasi (pendidikan) dan pelatihan khusus pisang antara lain mengidentifikasi pisang, riset pisang, usaha melindungi plasma nutfah pisang Aceh, di lahan komplek Universitas Teuku Umar.

Dalam kesempatan itu, Deden Mudiana mengharapkan, kerjasama ini dapat dilakukan secara kontinyu. “Kami sangat terbuka dan siap menerima kepada  siapa yang mau melakukan penelitian dan pengabdian di Kebun Raya Purwodadi kami,” ujar Deden yang dikutip Iwandika

Penjajakan kerjasama itu, dilanjutkan dengan presentasi  oleh Dr. Alfizar mengenai pisang Aceh di lahan University Farm UTU dan  diskusi tentang manajemen kebun koleksi pisang Kebun Raya Purwodadi, membahas tentang eksplorasi dan registrasi, aklimatisasi di nursey. Membahas juga tentang  koleksi kebun yang berkaitan dengan penanaman, perawatan, pemupukan, pengendalian hama penyakit tanaman, serta pemetaan koleksi dan monitoring.

Selain itu, disampaikan presentasi tentang identifikasi pisang secara morfologi serta membicarakan tentang penyusunan buku koleksi. Membicarakan finalisasi draft kerjasama. Juga dilanjutkan dengan kunjugan ke kebun koleksi pisang

Dalam presentasi tersebut diungkapkan,   pisang  Aceh yang ditanam mulai 5 November 2017, di lahan University Farm-Universitas Teuku Umar (UF-UTU), perlu tersedianya fasilitas laboratorium yang memadai untuk mendukung pengembangan pisang di masa yang akan datang. Selain itu, untuk mendukung kegiatan tersebut perlu dilakukan pertama,  identifikasi gen ketahanan penyakit pada berbagai aksesi pisang Aceh. Kedua, induksi mutasi genetik pisang Aceh guna mendapatkan varietas pisang superior. Ketiga, identifikasi keragaman genetik pisang Aceh, dan keempat, penambahan kitin pada media in-vitro sebagai agen ketahanan penyakit.

Selain itu, sebut Iwandika, pada tahun 2017, realisasi tanaman pisang pada kebun plasmanutfah pisang UTU, dengan luas area sekitar satu hektar sebanyak 504 batang, dengan 30 jenis pisang.  Yang sedang dikerjakan dalam tahun 2018 saat ini, juga lebih kurang satu herktar pisang. Sedangkan rencana ke depan, dalam tahun 2019 sampai 2025, kebun plasmanutfah pisang di lahan pertanian Universitas Teuku Umar, akan dikerjakan pada area seluas sekitar 9,7 hektar.

Iwandika menguraikan, ke 30 jenis pisang dilahan University Farm UTU yaitu pisang panah, suasa, siribe, dua sisir, tembaga, kapok, Wak, abin, kleung, bu, dua jantong, benggala, keudidi, susu, jarum, bawen, merah, raja, ayam, berat, kapai, kawi, berat hitam, banten, uwi, uli/ketan, ambon, fhia-17, roti-5, dan trumon. (Zakir)

Lainnya :