PEMA UTU Gelar Zikir dan Maulid, Abuya Syeikh Amran Menasihati Mahasiswa
  • UPT_TIK
  • 28. 02. 2018
  • 0
  • 656

MEULABOH – Abuya Syeikh Amran Wali Al Khalidi mengajak mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) agar selalu bersemangat untuk belajar menuntut ilmu serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Nasihat Abuya Syeikh Amran Wali Al Khalidi itu, disampaikan di depan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU). Abuya menyampaikan nasihatnya itu, pada pelaksanaan zikir akbar dan maulid yang dilaksanakan oleh Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Universitas Teuku Umar, yang dipusatkan dihalaman utama UTU, Kamis, 21 Februari 2018.

Abuya Syeikh Amran dalam nasihatnya mengajak mahasiswa dan hadirin semua untuk selalu  memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta berakhlak  terpuji. Kalau adik-adik mahasiswa mau sukses dunia dan akhirat, miliki ilmu dan amal untuk mencapai ridha Allah SWT.  Manusia yang berkarakter baik akan selalu berada  di jalan yang benar.

Untuk itu, adik-adik sebagai mahasiswa patuhi perintah Allah. “Jaga sopan santun, berakhlak-lah sesuai dengan perintah agama dan jauhi segala yang dilarang Allah SWT”, begitu pesan Abuya Syeikh Amran dalam nasihatnya. Kegiatan zikir dan maulid Nabi Muhammad SAW juga  dihadiri Danrem 012/TU, Kolonel Nefra,  Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA, Jama`ah zakir ratep sieribee, serta masyarakat umum lainnya.    

 Abuya Syeikh Amran adalah  penggagas pengkajian tauhid dan ilmu kesufian di Aceh Khususnya dan di Wilayah Nusantara pada umumnya.  Abuya Syeikh Amran mengatakan, “Akhlak mulia, sifat-sifat yang terpuji selaku hamba Allah SWT perlu  senantiasa diwujudkan  dalam menata kehidupan ini”

Dalam kesempatan itu, Abuya Syeikh Amran sedikit mengupas sejarah, pada masa Sultan Iskandar Muda, Aceh pernah terkenal sebagai Negara Islam kelima. Sekarang kenapa Aceh terpuruk dalam segala hal, karena orang Aceh telah meningggalkan ajaran kesufian. Ajaran kesufian dimaksud juga dengan ajaran hakikat atau ajaran wahdatul wujud. Hakikat merupakan wujud dari pekerjaan syariat yang kita lakukan.

Untuk itu, mahasiswa UTU  harus bangkit dan bersemangat dalam meraih dan mencari keridhaan Allah dalam setiap langkah. Berpikirlah selalu positif, dan lalukanlah selalu kebaikan dalam mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sebagai warga Negara, semua masyarakat diharuskan belajar menuntut ilmu dengan berbagai ketrampilan yang berkaitan dengan kehidupan duniawi, seperti  belajar ilmu ekonomi, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu budaya, kesenian, olah raga, ilmu administrasi, ilmu pertukangan, dan lain sebagainya. Namun, dewasa ini kita melihat generasi kita lebih mengutamakan dirinya sebagai warga negara, tidak didasarkan kepada ketuhanan dan mengikuti sunnah Rasul.

Maka dari itu dituntut kepada generasi muda, ilmu yang diperoleh oleh akal/teknologi yang dimanfaatkan untuk kemaslahatan hidup duniawi haruslah didasarkan kepada iman dan ketaqwaan agar generasi kita dapat hidup dengan berkah membawa ummat kepada kebaikan.

Menurut Abuya Syeikh Amran Wali, terjadinya korupsi, tawuran, penyebaran narkoba, pelecehan seksual, baik dalam kalangan pemerintah, maupun dalam  masyarakat  disebabkan krisis iman dan ketaqwaan. Kerenanya,  mahasiswa dan semua masyarakat jauhkan itu semua. (Muzakkir)

Lainnya :