Menteri Agraria Tinjau Gedung Perkuliahan Universitas Teuku Umar
  • UTU News
  • 18. 02. 2019
  • 0
  • 348

MEULABOH - Sebelum menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa dan dosen, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional-RI, Dr. Sofyan A. Jalil, SH.,MA.,M.ALD, meninjau gedung perkuliahan terintegrasi Universitas Teuku Umar (UTU) yang sedang dalam tahap pengerjaan-nya oleh pihak rekanan.

Menteri Sofyan A. Jalil yang juga putra kelahiran Aceh, menyatakan akan berusaha membantu gedung perkuliahan UTU untuk pembangunan berkelanjutan. “Saya akan berusaha semoga Universitas Teuku Umar ini bisa terus membangun ke depan. Saya juga berharap kepada rekenan yang mengerjakan proyek gedung perkuliahan mahasiswa ini dapat menyelesaikannya tepat waktu, sehingga sarana fisik tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh mahasiswa dan sivitas akademika UTU lainnya”, tegas Sofyan A. Jalil saat meninjau gedung baru perkuliahan UTU, 15  Februari 2019.

Sebelum meninjau gedung perkuliahan, Sofyan A. Jalil juga menyempatkan diri beliau singgah di depan pintu gerbang utama UTU. Ada dua jenis benda yang mengandung nilai filosofi di pintu gerbang utama UTU yaitu Guci dan Meriam. Menteri Sofyan A. Jalil sempat mengamati kedua benda bersejarah tersebut.   

Pembangunan gedung perkuliahan terintegrasi itu, alokasi dananya bersumber dari Surat Berhaga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp. 74.2  Miliar, dengan rincian alokasi Rp. 67.1 Miliar untuk pembangunan gedung perkuliahan terintegrasi, Rp 1.18 Milyar untuk manajemen konstruksi, dan Rp. 6 Miliar untuk peralatan gedung.

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA mengatakan, setelah melalui proses yang begitu panjang, Alhamdulillah tahun 2019 ini, Universitas Teuku Umar mendapatkan alokasi dana sebesar itu bersama dengan enam perguruan tinggi lainnya di seluruh indonesia.

Prof. Jasman berharap kepada penyedia yang memenangkan paket ini agar mampu menyelesaikan pekejaanya tepat waktu. “Saya minta kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan proyek ini agar ikut membantu maksimal supaya semua proses tahapan pekerjaannya terlaksana dengan baik mengingat durasi kontraknya hanya tinggal 11 bulan kedepan”, ujarnya.

Usai meninjau gedung perkuliahan, Sofyan A. Jalil menuju Aula Utama UTU menyampaikan kuliah umum. Kuliah umum Sofyan A. Jalil yang bertema, “Kesiapan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0” antara lain Sofyan A. Jalil mengatakan, empat tahun pertama, Presiden menyelesaikan insfrastruktur. Kebutuhan minimum insfrastruktur sekarang, alhamdulillah baik. Betapa penting negeri ini perlunya insfrastruktur. Bagi yang pernah tinggal di luar negeri, Anda tau betapa efisiennya negara-negara yang mampu menyelesaikan masalah insfrastruktur. “Insfrastruktur harus kita selesaikan. Dengan baiknya insfrastruktur, maka investasi bisa datang dan bisa tercipta lapangan kerja dengan baik, ekspor akan meningkat, biaya logistik akan berkurang, pajak meningkat, Universitas Teuku Umar ini bisa kita bangun. (Zakir)

Lainnya :