Mahasiswa KKN-UTU Angkatan XIV Diberi Pembekalan
  • UTU News
  • 27. 06. 2019
  • 0
  • 376

MEULABOH - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Teuku Umar (UTU) mengadakan pembekalan program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) angkatan XVI 2019 di pelataran parkir kampus. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 24-25 Juni 2019 itu diikuti  879 mahasiswa dari 6 fakultas lingkup UTU.

Pembekalan ini bertujuan untuk persiapan bagi mahasiswa KKN-PPM sebelum diturunkan ke lapangan di Kabupaten Aceh Barat Daya (ABDYA). Pelaksanaan KKN-PPM periode ini akan berlangsung selama satu bulan sejak 27 Juni- 27 Juli 2019. Peserta KKN ini nantinya akan ditempatkan pada 72 desa pada 4 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya. 

Kegiatan Pembekalan KKN-PPM XIV 2019 dibuka secara resmi  oleh Rektor UTU yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Mursyidin, MA. Turut hadir dalam acara pembukaan Para Dekan lingkup UTU, para Ketua program studi serta para Dosen Pendamping Lapangan (DPL).  Selain itu, hadir perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, para Camat 4 kecamatan (Blangpidie, Susoh, Setia dan Babahrot). 

Dalam sambutannya pada acara penutupan pembekalan KKN-PPM XIV 2019, Rektor UTU Prof Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA menyampaikan, mahasiswa yang mengikuti KKN ini harus dapat merangsang pembangunan di lokasi KKN. Mahasiswa juga harus memacu minat generasi setempat untuk mengenyam pendidikan setinggi-tinggi. UTU dapat menjadi pilihan bagi generasi Abdya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Kerahkan kemampuan Anda selama KKN. Setiap kemampuan yang diperoleh di kampus dapat memberikan manfaat terbaik untuk masyarakat, perlu membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat setempat agar semua program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan dengan baik.” Lanjut Rektor.

Rektor UTU mengimbau agar mahasiswa KKN UTU banyak belajar dari masyarakat setempat. Kalau di Aceh Barat Daya banyak Petani dan Nelayan, maka pelajari bagaimana proses pengembangan produksi padi dan pengelolaan di bidang perikanan, apalagi UTU menjadikan agro & marine sebagai core product nya.

“Mudah-mudahan setelah KKN nanti ada yang jadi pengusaha beras sigupai. Mahasiswa UTU sangat berpotensi untuk menciptakan produk pertanian dan perikanan yang mendunia,” ujarnya. Menurutnya, mahasiswa mampu menjadi ahli-ahli pertanian dan perikanan terbaik. Apalagi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan FPIK yang sudah mendapatkan teori produksi dan pengembangan hasil di UTU. Jadi, tinggal menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat serta kerja sama di bidang-bidang terkait.

“Yang penting ketika melakukan KKN, mahasiswa harus ikhlas menjalaninya. Jangan merasa terpaksa. Berbuatlah dengan ikhlas meskipun ini bagian dari proses perkuliahan. Rancanglah program yang inovatif dan kreatif dengan demikian kita dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Prof Jasman

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola (Bapel) KKN-PPM UTU, Khairunnisa, SP., MP, menambahkan, mahasiswa KKN terdiri dari pada 6 fakultas di UTU. Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu kegiatan wajib yang harus diikuti oleh peserta KKN sebagai dasar pedoman mahasiswa kkn untuk dapat berbuat, bertindak, dan berprilaku demi kelancaran pelaksanaan dan keberhasilan tugas dilapangan. Mahasiswa calon peserta KKN-PPM wajib mengikuti semua kegiatan pembekalan yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Kegiatan Pembekalan KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat XIV 2019 menghadirkan para narasumber yang terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, Drs. Sabihismiruddin yang menjelaskan gambaran umum tentang kondisi geografis dan potensi kabupaten aceh barat daya. Kemudian para Camat juga bertindak sebagai narasumber yang menjelaskan secara umum kondisi potensi desa-desa yang ada dikecamatan secara umum. Selanjutnya materi tentang pemahaman filosofi KKN-PPM yang disampaikan oleh Fitriadi, ST., MT.

Dalam kegiatan pembekalan itu para narasumber secara detil menyampaikan berbagai informasi yang sudah selayaknya diketahui oleh para mahasiswa yang akan mengikuti KKN-PPM. Mulai dari petunjuk teknis penilaian, cara pembuatan laporan kegiatan, metode pendekatan sosial kepada masyarakat di lokasi KKN, dan informasi lainnya. 

Di hari kedua kegiatan, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan program kegiatan KKN-PPM yang akan dilakukan di desa berupa program utuma, pendukung dan penunjang.  Sebagai moderator adalah Sudarman Alwi, M.Ag. (Aduwina)

Lainnya :