Mahasiswa Bidikmisi UTU 2018 Dibahani Pendidikan Karakter
  • UTU News
  • 01. 02. 2019
  • 0
  • 213

MEULABOH – Penerima Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berpretasi (Bidikmisi) tambahan Universitas Teku Umar (UTU) tahun 2018, diwajibkan mengikuti  pendidikan character building (membangun karakter), selama tiga hari, 29-31 Januari 2019, di Aula Utama UTU. Kegiatan character building kali ini mengangkat tema “Membangun Jiwa Mahasiswa Bidikmisi Yang Berkarakter Tanggung Jawab, Cerdas, Beretika dan Religius”.

Rektor UTU, Prof. Dr. H. Jasman J. Ma’ruf, SE,.MBA, yang tampil sebagai pembicara  inti menyampaikan materi tentang, “Etika dan Estetika Kehidupan”. Dalam materinya, Prof. Jasman mengajak semua mahasiswa UTU supaya bersikap sopan, jujur, bertanggung jawab dan saling menghormati serta menjaga perkataan supaya tidak membuat orang lain sakit hati.

Di depan pintu gerbang utama UTU ada sebuah guci. Guci tersebut mengadung makna, simbol dan filosofi tersendiri. “Siapa tahu simbol dari guci tersebut?, tanya Prof. Jasman. Mahasiswa terdiam, lalu Prof. Jasman melanjutkan, simbol guci yang terpajang persis di tengah pintu gerbang utama UTU, pada zaman dahulu setiap rumah orang Aceh di bawah tangganya terdapat sebuah guci yang berisi air, maka setiap orang yang mau masuk ke rumah terlebih dahulu harus membersihkan kakinya, dengan kata lain setiap orang masuk ke rumah harus bersih.

Nah, dari filosofi guci tersebut, kepada calon mahasiswa, sebelum menjadi mhasiswa UTU, terlebih dahulu harus membersihkan hati, dan menjernihkan pikiran,  ujar Prof. Jasman. Untuk itu, Prof. Jasman mengimbau  para mahasiswa UTU supaya menjaga hati agar tidak dihinggapi penyakit ku’eh (picik, iri dan dengki), sehingga muncul sebuah ungkapan, “Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah”.

Dihadapan 579 mahasiswa bidikmisi UTU, Rektor, Prof. Jasman memaparkan, modal kesuksesan seorang mahasiswa hingga menjadi sarjana salah satunya adalah berfikir positif jangan berburuk sangka karena buruk sangka itu akan membelenggu jiwa kita dan kita tidak akan maju dan tidak akan berkembang. Untuk itu, Anda selaku mahasiswa harus menjadi sarjana yang kreatif. Banyak sarjana jadi pengangguran penyebabnya karena tidak kreatif ditambah apalagi zaman sekarang pekerjaan manusia banyak yang diambil alih oleh robot, dan yang tidak bisa diambil alih oleh robot adalah kreativitas karena yang dikerjakan robot adalah hal yang sudah diprogramkan oleh pembuatnya. Oleh karena itu, mahasiswa UTU perlu terus berkreasi sehinnga natinya jadi sarjana kreatif.

Prof. Jasman memberi contoh, banyak sekali orang miskin yang sukses karena kreatif dalam kehidupannya. Karenanya, Prof. Jasman mengingatkan mahasiswa penerima bidikmisi belajar-lah dengan sungguh-sungguh. “Ini kesempatan bagi kalian untuk merubah nasib, hanya kalian yang bisa merubah nasib sendiri sehingga kalian bisa mencapai hidup sejahtera dan keluar dari garis kemiskinan”, ujar Prof. Jasman mengingatkan.

Sementara itu Kepala Biro Alademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama  Drs. Muslem Raden, M.Si, dalam materinya tentang, “Kepemimpinan”, menyebutkan, pemimpin itu adalah yang dapat memberi motivasi kepada orang lain serta dapat menjadi contoh bagi orang-orang yang dipimpinnya. Mahasiswa adalah calon pemimpin masa akan datang. “Untuk menjadi mahasiswa yang cerdas harus gemar membaca, gemar melihat dan mendengar yang positif, berbicara secara sistematis dan terukur serta memiliki jiwa kreatif”, ujar Muslim Raden. Sementara, Afnizar Sabriati,SE,.M.Si dalam materinya menghimbau mahasiswa supaya selalu menjaga sopan santun, beretika dan berahklak mulia, tanpa itu semua saudara akan susah memperoleh atau meraih kesuksesan, ujarnya. Kegiatan character building, diakhiri dengan kegiatan mancakrida (outbound) yang dipusatkan di Pantai Kuala Bubon Kecamatan Samatiga, 31 Januari 2019. (Zafhuri/Humas UTU)

Lainnya :