Dua Guru Besar Dampingi Mahasiswa Terengganu Malaysia Kuliah Kunjungan ke UTU
  • UTU News
  • 02. 06. 2019
  • 0
  • 658

MEULABOH – Dua Guru Besar Universiti Sultan Zainal Abidin (UnisZA) Terengganu, Malaysia mendampingi mahasiswa mereka melakukan kuliah kunjungan ke Universitas Teuku Umar (UTU).  Kunjungan mahasiswa UnisZA sebanyak 20 orang ke UTU, sekaligus berbuka puasa bersama dengan Pimpinan dan Sivitas Akademika UTU, Selasa, 28 Mei 2019

Kedua Guru Besar  UnisZA yang hadir bersama mahasiswa ke Universitas Teuku Umar tersebut adalah Dekan Fakulti Sains Sosial Gunaan (FSSG) UnisZA, Prof. Wan Abdul Wan Aziz dan Mantan Naib Canselor UnisZA, Prof. Datuk Dr. Yahaya Ibrahim. Kedua Guru Besar dan Mahasiswa UnisZA diterima oleh Rektor UTU yang diwakili Wakil Rektor III  UTU, Dr. Mursyidin, MA , dan turut hadir Wakil Rektor I UTU, Dr. Ir. Alfizar, DAA, Kepala Biro Akademik Drs. Muslim Raden, M. Si, Kabag Kemahasiswaan Husni Mubarak, SH, dan staf bagian kemahasiswaan UTU.

Dalam sambutannya, Dekan FSSG, Prof. Wan Abdul Aziz mengaku merasa sangat terhormat disambut oleh Pimpinan UTU dengan penuh kekeluargaan. “Kuliah kunjungan ini merupakan program tahunan UnisZA, yang untuk kali ini program tersebut kami jalankan di Aceh”, ujar Prof. Wan Abdul Aziz.

Tujuan dari kuliah kunjungan ini, kata Prof. Wan Abdul Aziz, dilakukan agar mahasiswa UnisZA bisa mengenal secara lebih dekat bagaimana budaya Islam, Malaysia dan Aceh tidak jauh berbeza dalam pelaksanaan syariat Islam. “Melalui  kuliah kunjungan seperti ini, mahasiswa UnisZA dapat belajar langsung bagaimana cara hidup orang Aceh di bulan ramadhan, berbuka puasa bersama sekaligus dapat merasakan masakan dan kuliner Aceh yang sudah dikenal di Malaysia, terasa sangat enak terutama ayam tangkap dan kari kambing”, ungkap Prof. Wan Abdul Aziz penuh canda.

Prof. Datuk. Dr. Yahaya Ibrahim mengatakan, “Aceh adalah kampung saya kedua, dan saya sudah diberi warga kehormatan di Aceh dengan sebutan Teuku Chik Lila Perkasa oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, sehingga hampir setiap tahun saya tetap pulang kampung di Aceh”, begitu Prof. Yahaya menyebutnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Yahaya Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh Sivitas Akademika UTU yang telah menerima kuliah kunjungan mereka dengan hidangan makanan super enak terutama gulai ikan keureuling (kalau di Malaysia namanya ikan kelah). Ikan kelah ini sekarang sudah sangat langka di Malaysia, dan kalaupun ada tetapi harganya sungguh sangat mahal. “Saya bahagia sekali dapat makan ikan langka ini di Aceh”. Diakhir ucapannya,  Prof. Yahaya mengatakan, UnisZA mengalu-alukan kedatangan mahasiswa UTU ke Malaysia dalam program yang sama, sehingga hubungan dan kerjasama dua perguruan tinggi ini terus terjalin dengan baik.

Sementara itu, Wakil Rektor III UTU, Dr. Mursyidin, MA mengatakan, kuliah kunjungan mahasiswa UnisZA merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kemahasiswaan dalam peringkat internasional. “Ini menunjukkan UTU sudah mulai terjalin hubungan kerjasama mahasiswa pada peringkat internasional, apalagi UnisZA dengan UTU sudah lama terjalin hubungan kerjasama dan kegiatan pada hari ini merupakan implementasi bagian dari isi kerjasama yang sudah ditandatangani lima tahun silam”, urai Mursyidin.

Untuk itu, Pimpinan dan Sivitas Akademika UTU menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini dan pada tahun yang akan datang UTU pula yang akan berkunjung ke UnisZA. “Kami juga mohon maaf bila hidangan yang kami sajikan ini kurang berkenan. Kegiatan ini diakhiri dengan berbuka puasa bersama”.(***)

Lainnya :