Dosen Serdos UTU Ikuti Sosialisasi Cara Menyusun BKD
  • UTU News
  • 13. 03. 2019
  • 0
  • 247

MEULABOH – Penilaian Beban Kerja Dosen (BKD) yang sudah lulus sertifikasi dosen (serdos) harus dilakukan oleh dosen yang sudah memiliki  Nomor Induk Regristrasi Asesor (NIRA). Namun, di Universitas Teuku Umar (UTU) saat ini belum ada dosen yang memiliki NIRA, maka harus diundang dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk menilai BKD dosen UTU yang baru lulus serdos.  

Hal itu, disampaikan Mawardi Amin, SE, Ak, Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Teuku Umar (UTU) ketika membuka sosialisasi serdos sesi 1 dan penyusunan BKD bagi dosen UTU yang bersertifikasi, di Aula Utama UTU, 12 Maret 2019. Pemateri sosialisasi serdos disampaikan oleh Fitriadi, ST.,MT (Dosen Fakutas Teknik UTU), dan Zulfirman, SE, M.Si (Kapala Bagian Keuangan UTU). Peserta sosialisasi adalah dosen yang sudah lulus serdor dan dosen yang sedang mempersiapkan untuk mengikuti serdos. 

Mawardi Amin yang akrab disapa Abi Sulthan mengatakan, untuk penilaian Beban Kerja Dosen (BKD-UTU) selama ini masih diundang/didatangkan dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), karena sampai dengan tahun 2019 ini, UTU belum ada dosen yang memiliki Nomor Induk Regristrasi Asesor (NIRA). Kerana syarat untuk menilai BKD harus dilakukan oleh dosen yang memiliki NIRA.

“Untuk itu, saya berharap kepada Ketua LPPM-UTU dapat segera  melakukan komunikasi dengan jajaran Kemenristekdikti, apa langkah-langkah yang harus dipenuhi bagi dosen untuk mendapatkan NIRA tersebut,  karena di UTU ini juga sudah ada dosen yang bergelar profesor dan doktor dengan pangkat Lektor Kepala, meskipun masih berstatus ditugaskan/dipekerjakan dari Unsyiah”, ujar Abi.

Abi menegaskan, berdasarkan ketentuan yang ada, untuk mendapatkan NIRA  itu harus ada dosen yang memiliki pangkat Lektor Kepala dan bergelar doktor. Untuk itu, mohon dijajaki apa yang harus kita persiapkan untuk mendapat dosen NIRA. “Kalau saya tidak salah,  ada beberapa persyaratan yang harus diikuti oleh dosen untuk mendapatkan NIRA, misalnya telah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). Jika telah mengikuti bimtek, dosen tersebut bisa kita usulkan untuk mendpatkan NIRA (asesor) yang kemudian diberi tugas untuk menilai BKD dosen yang sudah lulus serdos. Kalau sudah ada dosen kita sendiri yang sudah memiliki NIRA, maka untuk penilaian beban kerja dosen  UTU tidak perlu lagi kita minta kepada  Unsyiah”, ujar Abi menambahkan.

Terkait dengan tugas asesor, Fitriadi menjelaskan, asesor bertugas menilai portofolio (deskripsi diri, curriculum vitae, karya ilmiah, sertifikat pekerti/AA) dosen, rumpun ilmu asesor harus sesuai dengan rumpun ilmu dosen yang dinilai, setiap portofolio dinilai oleh dua orang asesor, dan untuk menjaga kualitas dan obyektivitas penilaian disarankan setiap harinya seorang asesor memeriksa sebayak-banyaknya delapan portofolio dosen yang bersangkutan.

Sementera itu, Zulfirman menyebutkan, antara  lain kelengkapan dokumen pembayaran perlu laporan BKD minimal dua semester terakhir yang telah disetujui/disahkan  oleh asesor yang mempunyai NIRA, sertifikat pendidik, SK Impassing untuk penyetaraan tunjangan, SK penetapan penerima tunjangan profesi dan tunjuangan kehormatan dosen.(zakir)

Lainnya :