Dosen FPIK UTU Bina Masyarakat Cara Olah Makroalga Laut Pewarna Mie
  • UTU News
  • 19. 07. 2019
  • 0
  • 393

MEULABOH - Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU membina masyarakat untuk kreatif mengolah makroalga laut.  Melalui Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS), pada ‘Kelompok Binaan Pengusaha Mie Aneka Mie’ yang berdomisili di Jalan Gajah Mada Lrg Rusa Kecamatan Djohan Pahlawan, Rabu, 17 Juli 2019.

Mengangkat judul ‘PKMS Implementasi Ipteks Pigmen Makroalga Laut Sebagai Pewarna Alami Pada Mie Aceh Di Kota Meulaboh'. Ketua PKMS, Mohamad Gazali, S.Pi., M.Si mengatakan, alasan diangkatnya judul tersebut karena melihat kondisi masyarakat yang masih belum paham akan adanya peluang mengganti zat pewarna sintetik yang bersifat karsinogen dengan sumberdaya alam alami yang banyak ditemukan di laut aceh.

“Mie Aceh dengan menggunakan pewarna alami dari potensi laut yakni alga cokelat meliputi Sargassum sp dan Padina australis. Sementara Alga Hijau meliputi Chaetomorpha antennina, Caulerpa racemosa, Chaetomorpha crassa dan Enteromorpha sp. Selama ini produsen mie aceh menggunakan pewarna sintetik, lewat PMKS ini kami menawarkan alternatif pewarna alami sebagai pengganti pewarna sintetik.” Kata Mohammad Ghazali

“Kurangnya pengetahuan dan pemahaman sebagian besar masyarakat akan manfaat dari makroalga laut yang mudah didapati disekitar kita yang sebenarnya tanpa kita sadari banyak produk yang bisa dihasilkan dari makroalga tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, PKMS  yang didanai oleh KEMENRISTEK-DIKTI tahun 2019 ini dijalankan bersama dua dosen lain yaitu Ir H. Zuriat, M.Si dan Dr. Drs. Agus Martono Hadi Putra, DEA serta dibantu oleh empat orang mahasiswa. Pembinaan ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan tiga tahap kegiatan. “Pertama adalah sosialisasi pelaksanaan, kedua pelatihan selama dua hari, kemudian tahapan ketiga adalah pembinaan pasca pelatihan,” tambahnya.

Dosen yang akrab disapa Gazhali ini melanjutkan, bahwa Pesisir Aceh Barat memiliki potensi sumberdaya laut yang sangat besar untuk dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh. Salah satu potensi sumberdaya laut adalah makroalga laut atau yang lebih dikenal dengan istilah rumput laut. Program PKMS tahun 2019 ini, merupakan implementasi dari hasil risetnya pendanaan tahun 2017-2018  tentang eksplorasi makroalga laut asal pesisir Barat Selatan Aceh (Barsela). Dimana diketahui bahwa makroalga laut memiliki pigmen alami yang mengandung zat antioksidan yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Ia berharap, ilmu yang diberikan dapat bermanfaat serta binaan ini dapat membantu perekonomian masyarakat setempat. “Diharapkan setelah pelatihan ini dapat menularkan ilmu dan keterampilannya dalam membuat pewarna mie aceh dari makroalga laut kepada kelompok binaan lainnya, serta diharapkan juga keterampilan tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha penggilingan mie aceh dalam berwirausaha untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat Kota Meulaboh, Aceh Barat” harapnya.

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Dekan FPIK Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. M.Ali S., M.Si. Beliau turut memberikan arahan kepada seluruh dosen FPIK UTU untuk terus menggali potensi sumberdaya laut dengan menciptakan inovasi-inovasi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Aceh. (Aduwina).

Lainnya :