Atwar Bajari,
  • UTU News
  • 08. 06. 2019
  • 0
  • 395

Universitas Teuku Umar  (UTU) memiliki posisi yang strategis dalam berbagai konteks dengan core product agro and marine industry terutama dalam bidang kelautan dan pertanian. Begitupun, dengan Program Studi (Prodi) yang ada harus menyesuaikan dengan core product dari institusi-nya. Profil institusi menjadi bagian profil fakultas dan juga menjadi bagian dari profil prodi.

Hal ini diungkapkan Dr. Drs. Atwar Bajari, M.Si, saat bincang-bincang dengan Tim UTU News usai memberi materi pada,  “Lokakarya Peninjauan Kembali Kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi”, FISIP- UTU belum lama ini. UTU dengan core product-nya tersendiri, akan memudahkan bagi pihak prodi dalam menentukan kurikulum yang lebih cocok dengan profilnya.

“Ilmu komunikasi merupakan salah satu prodi yang punya peluang kerja terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kurikulum komunikasi yang terus menerus menyesuaikan dengan keinginan perkembangan pasar”, ujar  Atwar, salah seorang tim penyusun dan pengembangan kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi  di Indonesia. 

Penentuan kurikulum yang sesuai bukan hanya berdasarkan apa yang bisa diajarkan oleh seorang dosen yang ada di prodi tersebut, akan tetapi harus melihat apa yang diinginkan oleh pasar terhadap lulusan itu nantinya. Maka kurikulum yang ditentukan haruslah jelas, dan dapat memberikan gambaran tentang profil program studi yang diinginkan’, ujar Atwar Bajari yang juga  Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung.

“Prodi ilmu komunikasi menjadi sangat berkembang karena kemajuan teknologi informasi saat ini semakin mengalami pertumbuhan yang signifikan. Perkembangan teknologi digital dan juga diikuti oleh revolusi industry 4.0, menjadikan Prodi Ilmu Komunikasi semakin berperan di dalamnya”. 

Era perkembangan teknologi digital memberikan dorongan bahwa semua hal ada waktunya. Begitu juga, dengan keilmuan yang ada akan semakin berkembang dan mengikuti prosesnya. Saat ini, program studi yang tidak bisa mengikuti pangsa pasar tidak bisa berkembang semakin jauh, bahkan ada yang harus tutup, termasuk di perguruan tinggi maju. Untuk itu, UTU penting menentukan kurikulum dengan melihat perkembangan pasar dan juga dibarengi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. (**)

Lainnya :