92 CPNS UTU Ikuti Orientasi dan Pembekalan CPNS 2018
  • Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
  • 12. 06. 2019
  • 0
  • 197

PPID.UTU | Meulaboh – Sebanyak 92 CPNS Universitas Teuku Umar dari kalangan Dosen dan Tendik mengikuti orientasi dan pembekalan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2018. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yaitu 12-13 Juni 2019 itu dibuka secara resmi oleh Rektor, Prof. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA.

Selain Rektor, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pimpinan lainnya seperti Wakil Rektor I, Dr. Alfizar, DAA; Wakil Rektor II, Dr. Ishak Hasan, M.Si; Wakil Rektor III, Dr. Mursyidin Zakaria, MA, para Dekan, Ketua Lembaga, Kabiro, Kabag, dan Kasubag  serta para pejabat lainnya di lingkungan UTU.

Rektor Prof. Jasman turut memberikan materi pada pembekalan orientasi CPNS tersebut yang dipusatkan di Aula utama UTU, Rabu (12/ 6). ”Selamat bergabung di Universitas Teuku Umar, Saudara-Saudari merupakan individu terpilih dari begitu banyak pelamar yang ingin berbakti bagi Ibu Pertiwi melalui pelayanan publik di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi.

ASN UTU adalah orang pilihan yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, cinta tanah air, NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Rektor dihadapan CPNS baru tersebut. Rektor memaparkan bahwa tugas besar menanti CPNS baru UTU untuk turut berkontribusi membangun bangsa. UTU merupakan salah satu kampus PTN Baru yang memilki visi yang jelas untuk pengembangan SDM yang nantinya mampu berdaya saing, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan dan kemandirian bangsa.

"UTU memilki Visi menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan bisnis di sektor Agro & Marine industri di peringkat regional (2025), Nasional (2040), dan Internasional (2060) melalui riset yang inovatif, kreatif dan berdaya saing tinggi. Kehadiran saudara-saudari para Dosen dan Tendik baru ke Universitas Teuku Umar diharapkan mampu menjadi daya dorong yang positif untuk mewujudkan visi UTU tersebut." Jelas Prof Jasman.

"Kampus tempat bertumbuh dan berkembangnya orang-orang hebat dengan menghasilkan karya-karya hebat hasil research yang secara terus menerus dilakukan oleh para Dosen serta mampu menghasilkan lulusan yang bisa mengembangkan diri mereka, bukan hanya mampu bekerja. Kalian dituntut untuk menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif sehingga mampu mentransfer knowledge kepada mahasiswa." Lanjut Rektor

Rektor Prof Jasman mengingatkan CPNS baru untuk memiliki visi yang jauh ke depan. CPNS baru tidak hanya siap untuk melaksanakan tugas, namun juga memiliki perencanaan yang baik untuk pengembangan kompetensi diri. CPNS UTU harus mampu menjadi lokomotif yang menghasilkan karya-karya hebat melalui research.

Prof Jasman lebih banyak menjelaskan tentang landasan undang-undang yang memayungi pendidikan tinggi, juga tentang alur proses pengembangan pendidikan di Indonesia melalui pemeringkatan tipe pendidikan dan output yang dihasilkan. Perubahan paradigma pengguna jasa lulusan perguruan tinggi terus berubah, dimana dulu keberhasilan sebuah PT dilihat dari seberapa banyak jumlah lulusan yang diterima bekerja di perusahaan-perusahaan seperti di perbankan dll.

Namun sekarang seiring perkembangan teknologi, pekerjaan yang sifatnya berulang di bidang pelayanan dapat dikerjakan oleh robot, ataupun transaksi keuangan tidak perlu lagi ke bank sudah bisa online dan mandiri, sehingga banyak perusahaan yang memangkas tenaga kerja di bidang pelayanan. Ini menjadi satu tantangan bagi perguruan tinggi khususnya bagi kita Universitas Teuku Umar, agar mampu mendeteksi kemauan dari pengguna jasa lulusan kita. Diluar sana pemimpin perusahaan tidak bertanya lagi asal perguruan tinggi dan nilai IPK, namun lebih memperhatikan kepada apa kemampuan yang dimiliki lulusan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Oleh karena itu, kita dituntut untuk membuat format bagaimana lulusan UTU nantinya mampu berfikir out the box dan kreatif serta inovatif. 

Sejarah UTU

Pada kesempatan itu, Rektor juga memaparkan sejarah berdirinya Universitas Teuku Umar, dimana pada tahun 1983 pada masa Pemerintahan Bupati Aceh Barat Malik Ridwan Badai mencetuskan berdirinya Akademi Pertanian di Meulaboh. Inspirasi ini muncul dari pidato Gubernur Aceh Ibrahim Hasan di Lhokseumawe: "Saat ini Aceh Utara dianggap sebagai negeri petro dolar karena penghasil gas terbesar, juga berdirinya banyak perusahaan besar seperti PT. PIM, PT. KKA, dan AAF. Rakyatnya juga hidup makmur. Secara zonasi Aceh dibagi dua, Aceh Utara dan sekitarnya disebut Zona Industri, sedangkan Aceh bagian barat adalah zona pertanian dan Industri."

Pada tahun 1996, Akademi Pertanian bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) dibawah Yayasan Tengku Dirundeng Meulaboh. Selanjutnya pada tahun 2006, tokoh masyarakat Aceh Barat didukung seluruh komponen masyarakat menuntut beroperasinya Universitas Teuku Umar di Alue Penyareng. Sehingga 8 tahun kemudian tepatnya Tahun 2014 secara resmi Universitas Teuku Umar berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri.

Sebagai Negara Agraris dan Maritim, maka sangat tepat Universitas Teuku Umar sebagai kampus yang berfokus pada bidang Agro and Marine Industri sebagaimana yang termaktub dalam visi UTU. Tutup Rektor Prof Jasman.

Editor : Aduwina Pakeh

Komentar :

Lainnya :